Houthi Akan Beri Perlawanan Kuat Usai AS Serang Yaman

2 min read

Jakarta – Milisi Houthi mengancam akan membalas serangan usai Amerika Serikat melancarkan serangan lain di Yaman pada Sabtu. Serangan itu semakin meningkatkan ketegangan ketika Washington berjanji untuk melindungi pengiriman dari serangan Houthi.
Dilansir Reuters, Minggu (14/1/2024), serangan tersebut menambah kekhawatiran mengenai eskalasi konflik yang telah menyebar di Timur Tengah sejak kelompok militan Palestina Hamas dan Israel berperang, sementara sekutu Iran juga ikut terlibat dalam konflik tersebut dari Lebanon, Suriah dan Irak.

Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat telah mengirimkan pesan pribadi ke Iran mengenai serangan Houthi. Namun Biden tidak menjelaskan lebih lanjut.

“Kami menyampaikannya secara pribadi dan kami yakin kami telah mempersiapkannya dengan baik,” kata Biden.

Serangan terbaru AS terjadi sehari setelah puluhan serangan Amerika dan Inggris terhadap fasilitas Houthi di Yaman. Jubir Houthi menyebut serangan tersebut akan direspons dengan tegas dan kuat.

“Serangan baru ini akan mendapat respons yang tegas, kuat dan efektif,” kata juru bicara Houthi Nasruldeen Amer kepada Al Jazeera, seraya menambahkan tidak ada korban luka atau “kerusakan material”.

Sementara itu, Juru bicara Houthi lainnya, Mohammed Abdulsalam, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan tersebut, termasuk serangan semalam yang menghantam pangkalan militer di Sanaa, tidak berdampak signifikan terhadap kemampuan kelompok tersebut untuk mencegah kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel melewati Laut Merah dan Laut Arab.

Pentagon mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan AS-Inggris memiliki “dampak yang baik.”

Lebih lanjut, Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, pada Sabtu menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri dan memperingatkan situasi yang semakin berbahaya di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kelompok Houthi mengatakan kampanye maritim mereka bertujuan untuk mendukung warga Palestina di bawah pengepungan dan serangan Israel di Gaza. Banyak kapal yang mereka serang tidak diketahui hubungannya dengan Israel.

Sebelumnya, Kapal perusak berpeluru kendali Carney menggunakan rudal Tomahawk melakukan serangan lanjutan pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan tersebut menurut AS untuk menurunkan kemampuan Houthi.

“Untuk menurunkan kemampuan Houthi dalam menyerang kapal maritim, termasuk kapal komersial,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan di X.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours