Hutan IKN Direkam oleh NASA, Begini Perubahan Drastisnya

2 min read

Hutan IKN Direkam oleh NASA, Begini Perubahan Drastisnya Jakarta – Hutan di Kalimantan Timur mengalami perubahan drastis semenjak proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dimulai. Perubahan drastis di hutan ini turut direkam oleh satelit NASA.
Pada 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa pusat administrasi negara akan dipindahkan dari Pulau Jawa yang berpenduduk padat ke Pulau Kalimantan yang berpenduduk jarang.

Pemindahan ini sempat menuai berbagai respons dari kalangan pakar. Salah satunya pakar sosiologi kota dari Universitas Indonesia (UI), Prof Gumilar Rusliwa Somantri.

Ia menyebut pemindahan ibu kota negara dapat mendorong pemerataan pembangunan.

“Pemindahan IKN merupakan keputusan politik negara yang sangat visioner dan strategis. Secara sosiologis kebijakan ini berarti menggeser titik berat pembangunan dari Jawa-sentris ke Nusantara-sentris,” ucapnya dalam detikNews, dikutip Rabu (28/2/2024).

Respons berbeda datang dari dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwiko Budi Permadi SHut MSc PhD, yang menilai bahwa dampak pembangunan IKN bisa merusak hutan Kalimantan, meski nantinya 75% daerah IKN akan jadi kawasan hijau.

Dwiko mengatakan dampak ini terutama terkait ancaman deforestasi yang tak bisa dilepaskan dalam pembangunan IKN di Kalimantan Utara. Terlebih, rehabilitasi hutan di Indonesia terbilang cukup lama.

“Namun, menjadi pertanyaan kritis karena status 256 ribu hektare itu hutan, jika 75% kawasan hijau berarti melakukan deforestasi sebesar 30% untuk pembangunan infrastruktur dan sebagainya,” papar Dwiko.

Meski menuai beragam respons, IKN tetap dibangun sejak 2022 dan direncanakan rampung pada 2045.

Bagaimana Perubahan Hutan di IKN?

Dikutip dari laman NASA, berikut ini gambar Observatorium Bumi NASA oleh Michala Garrison, menggunakan data Landsat dari Survei Geologi A.S.

Kedua gambar hutan di IKN tersebut ditangkap masing-masing oleh OLI-2 (Operational Land Imager-2) di Landsat 9 dan OLI di Landsat 8.

Pada gambar tahun 2024, tanah telah tersingkap untuk jaringan jalan yang diukir di dalam hutan.

Diketahui, tahap awal pembangunan melibatkan pembangunan fasilitas pemerintah dan bangunan lainnya untuk populasi awal yang diperkirakan berjumlah 500.000 orang.

Rencana proyek IKN ini nantinya akan membangun kota metropolitan yang “hijau dan dapat dilalui dengan berjalan kaki”, didukung dengan energi terbarukan, dengan 75 persen kota tersebut masih berupa hutan.

Namun beberapa peneliti khawatir perubahan penggunaan lahan ini dapat membahayakan hutan dan satwa liar, serta masyarakat adat yang menghuni di wilayah tersebut.

Sebab, selama ini, hamparan daratan dan perairan pantai yang sedang dikembangkan kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi rumah bagi hutan bakau, bekantan, dan lumba-lumba Irrawaddy atau pesut mahakam yang terancam punah.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours