Kasus Korupsi Waterfront Sambas, Kejati Serahkan Lima Tersangka

2 min read

Kalbar.ac.id – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) atas nama tersangka ES, HS, JD, SD, MS Tindak Pidana Korupsi dalam pekerjaan Renovasi Kawasan Waterfront Kabupaten Sambas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2022, kepada Kejaksaan Negeri Sambas, Kamis (22/2).

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta  mengatakan, dari lima tersangka, hanya empat yang ditahan, sedangkan tersangka SD tidak ditahan dengan alasan sakit.

“Bahwa pekerjaan Renovasi Kawasan Waterfront Kabupaten Sambas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2022 dilaksanakan oleh CV. Zee Indoartha berdasarkan Kontrak Kerja dengan nilai Pekerjaan sebesar Rp. 8.826.828.000 dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Pada pelaksanaannya ditemukan pekerjaan tidak sesuai dengan metode pekerjaan yang ditetapkan dalam kontrak sehingga tanah dan turap existing yang lama longsor dan roboh hingga pekerjaan tersebut di putus kontrak dengan realisasi fisik pekerjaan akhir sebesar 45,53%.

“Dan dengan adanya peristiwa longsor di lokasi pekerjaan tersebut dapat berpotensi menimbulkan kerugian keuangan Negara,” paparnya.

Bahwa pada saat penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik kepada Jaksa  Penuntut Umum Kejaksaan para tersangka didampingi oleh penasihat hukum dan telah menandatangani Berita Acara Penerimaan dan Penelitian tersangka.

“Berita Acara Penerimaan dan penelitian barang bukti,  serta berita acara penahanan (tingkat penuntutan). Bahwa setelah tahap II ini maka Jaksa Penuntut Umum akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak untuk disidangkan,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours