Ketua PPS di Kalbar Tilap Honor Petugas KPPS Rp 82 Juta untuk Judi Online

2 min read

Kalbar.ac.id – Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) berinisial AS di Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), ditangkap polisi lantaran menggelapkan honor petugas KPPS senilai Rp 82 juta untuk bermain judi online dan membayar hutang. Sebelum ditangkap, AS sempat mengaku jika uang tersebut hilang dicuri.

“Jadi pelaku mengaku uangnya hilang di kantor desa. Dari hasil interogasi uang sebesar Rp 82.980.000 itu dipakai untuk bayar hutang Rp 15 juta dan Rp 67 juta untuk judi online,” ujar Kasat Reskrim Polres Kayong Utara Iptu Hendra Gunawan.

Peristiwa itu terjadi di Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Ilir yang pada saat itu pelaku baru mengaku uang itu hilang saat ditagih.

“Diketahui uang itu sudah tidak ada di tanggal 16, setelah kegiatan itu yang mau dapat honor itu bertanya tuh jadi tersangka ini bilang uangnya hilang di kantor desa,” terangnya.
Gunawan mengatakan, untuk melancarkan aksinya pelaku sempat membuat laporan pencurian ke Polsek Simpang Ilir. Namun polisi menemukan kejanggalan dalam keterangan pelaku.

“Untuk melancarkan aksinya itu dia bikin laporan nih di Polsek Simpang Ilir tentang kejadian pencurian terhadap uang itu,” kata dia

“Sudah bikin laporan tuh di Polsek kemudian kami proses, olah TKP dan menginterogasinya. Memang ada kejanggalan, karena tidak ada kerusakan (di kantor desa),” tambahnya.

Sembari polisi melakukan penyelidikan, perkara honor petugas KPPS pun diambil alih oleh KPU. Pihak KPU untuk sementara menalangi pembayarannya.

“Pihak KPU sudah ambil alih nih untuk tanggungjawab terhadap orang-orang ini talangan lah, petugas yang honornya ini tidak dibayar bikin laporan biar ditindaklanjuti. Karena memang ini mencurigakan akhirnya ini dilaporkan ke Polres Kayong Utara,” jelasnya.

Pelaku kemudian diamankan pada Kamis (22/2) di rumah orang tuanya. Dari hasil interogasi pelaku mengakui jika uang itu telah dia gunakan untuk judi dan bayar utang.

“Awalnya dia masih mengira orang-orang percaya uang itu dicuri dan belum mengakui, tetapi setelah kita minta ke dia, kita cocokkan TKP dan rekening koran barulah dia mengaku digunakan untuk judi dan bayar hutang,” bebernya.

Atas perbuatannya, pelaku AS kini ditahan di Mapolres Kayong Utara. Ia dijerat dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours