Pemprov Kalbar Tingkatkan Produksi Pertanian Dengan Manfaatkan Lahan Tidur

3 min read

Seputar Kalbar –  Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson menekankan pentingnya memanfaatkan lahan tidur yang tersedia secara lebih efisien dan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan intensifikasi pada setiap tahapan produksi, mengingat produksi pertanian Kalimantan Barat akan mengalami penurunan pada tahun 2023.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produksi pangan dan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan lahan yang ada secara optimal. Termasuk menerapkan praktik intensifikasi untuk meningkatkan hasil panen dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat,” kata Harisson di Bengkayang, Kamis.

 

Harisson mengatakan, merujuk data BPS Kalbar, produksi padi (GKG) Kalbar sepanjang tahun 2023 mencapai 688.413 ton. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 731.225 ton. Kemudian berdasarkan data BPS, pada tahun 2023 produksi padi Kalbar mencapai 407.259 ton, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 432.587 ton.

“BPS Kalimantan Barat juga mencatat pada tahun 2023 hanya 22 persen sawah di Kalbar yang mendapat irigasi. Dari total 425.225 hektare sawah di seluruh kabupaten/kota se Kalbar, hanya 94.517 hektare yang mendapat irigasi,” ujarnya.

Sehingga pada Februari 2024, lanjut Harisson, nilai tukar petani (NTP) Kalbar mengalami kenaikan sebesar 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pendorong utamanya adalah meningkatnya indeks yang diterima petani subsektor tanaman perkebunan rakyat.

“Diantaranya komoditas kelapa sawit dan karet. Oleh karena itu, perlu perhatian lebih pada subsektor selain perkebunan, seperti pertanian padi,” ujarnya.

Harisson menjelaskan, jika melihat data di seluruh Kalbar, produksi gabah kering giling provinsi ini pada Februari 2024 mencapai 149.053 ton GKG. Jumlah tersebut setara dengan 97.898 ton beras, sedangkan kebutuhan 5.525.789 penduduk Kalbar pada Februari 2024 sebanyak 38.681 ton.

 

Sedangkan jika melihat data produksi beras kering giling Kalimantan Barat sepanjang tahun 2023 mencapai 872.612 ton atau setara dengan 573.132 ton beras. Sedangkan kebutuhan 5.482.046 penduduk Kalimantan Barat pada tahun 2023 mencapai 535.103 ton. nasi,” kata Harisson.

Pj Gubernur Harisson menyoroti penurunan produksi padi di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2023, dengan Kabupaten Bengkayang berhasil menunjukkan peningkatan produksi yang mengesankan.

Harisson menyampaikan apresiasinya kepada para petani dan Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas upayanya dalam meningkatkan produksi padi.

“Dalam kondisi produksi padi yang menurun secara keseluruhan, pencapaian peningkatan produksi padi Kabupaten Bengkayang merupakan sebuah keberhasilan yang patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja keras para petani serta dukungan dari pemerintah daerah,” kata Harisson.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, pada Februari 2024, Kabupaten Bengkayang berhasil memproduksi GKG sebanyak 7.855 ton atau setara dengan 5.159 ton beras dari luas panen 2.617 hektare. Meskipun angka-angka ini menggembirakan, namun masih ada ruang untuk perbaikan lebih lanjut.

“Peningkatan produksi padi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Kami berharap Pemkab Bengkayang terus berupaya mencapai hasil yang lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours